Ibu Hamil

Tanda-Tanda Kehamilan, Sadari Sejak Dini Agar Kandungan Terjaga

Tanda-Tanda Hamil – Pernikahan merupakan hal terindah bagi setiap pasangan. Setelah adanya perayaan pernikahan bak raja dan ratu sehari, keturunan merupakan hal yang sangat diharapkan oleh masing-masing pasangan.

Buah hati hadir melalui proses kehamilan. Adapun tanda-tanda hamil yang harus diketahui oleh setiap pasangan, khususnya calon ibu. Kesadaran sejak dini pada tanda-tanda adanya kehamilan tersebut merupakan hal yang baik dan mendukung proses kehamilan sejak awal.

Proses awal kehamilan merupakan keadaan yang rawan dan memerlukan perhatian lebih. Dengan demikian, kesadaran kehamilan sejak awal, dapat memberikan kontribusi baik dalam menjaga kesehatan kandungan.

Tanda-Tanda Hamil, Perlu Diperhatikan

Kehamilan adalah suatu anugerah luar biasa bagi setiap pasangan. Para calon ibu sangat bahagia karena akan menjadi wanita sempurna. Pada tahap awal, kehamilan berada pada zona yang rawan, sehingga memerlukan perhatian lebih.

Jika terlambat disadari, maka kondisi janin kurang stabil, kondisi ibu kurang prima, sehingga bisa terjadi pendarahan ataupun keguguran. Untuk mengantisipasinya, calon ibu hendaknya menyadari tanda-tanda pada kehamilannya sejak awal.

Selanjutnya, calon ibu juga harus memberikan perhatian pada kehamilannya dengan mengurangi aktivitas yang dapat membahayakan kandungan. Berikut ini adalah beberapa ulasan tanda-tanda hamil yang perlu diperhatikan.

Tanda Tanda Kehamilan 1-2 bulan

tanda-tanda berikut sering terlihat pada kehamilan pada usia 1 hingga 2 bulan, diantaranya :

1. Merasa Sangat Lelah

Rasa lelah yang tidak tertahankan dan tanpa sebab, sering dirasakan pada masa awal kehamilan. Gejala lelah ini berlanjut hingga tiga bulan pertama pada proses kehamilan.

Hal tersebut dapat terjadi karena perubahan hormon di dalam tubuh. Meningkatnya kadar hormon progesteron dan kenaikan sistem kerja tubuh, seperti percepatan denyut jantung, peningkatan produksi darah, serta metabolisme tubuh, merupakan pemicu utama dari kelelahan yang dirasakan tersebut.

2. Sensitif Terhadap Bau dan Emosi Tidak Stabil

Indera penciuman menjadi lebih sensitif saat tahap awal kehamilan. Bau-bau yang menyengat dapat menimbulkan rasa mual.

Baik aroma positif seperti minyak wangi, maupun aroma negatif, seperti asap rokok, dapat menimbulkan perut tidak nyaman karena adanya gejala mual.

Aroma masakan yang sangat menyengat juga tidak disukai oleh wanita hamil, karena menimbulkan rasa mual. Selain sensitif terhadap bau, tanda-tanda hamil lainnya adalah emosi yang tidak stabil.

Perubahan hormon merupakan faktor pemicu emosi yang tidak terkendali.

3. Nafsu Makan Hilang

Umumnya, wanita yang hamil muda mengalami kehilangan nafsu makannya. Peningkatan hormon beta-HCG dan sensitivitas pada bau-bau tertentu adalah penyebab hilangnya selera makan.

Aroma masakan yang tercium, dapat menimbulkan ketidaknyamanan akibat rasa mual. Menghindari makan merupakan hal yang sering dilakukan oleh wanita di awal kehamilan.

Oleh karena itu, tanda ini harus disadari dan diperiksakan kebenaran kehamilan, sehingga tidak membahayakan janin.

4. Terlambat Datang Bulan

Datang bulan yang terlambat merupakan tanda kehamilan yang lebih pasti. Sel telur sudah dibuahi, sehingga tidak meluruh bersama dinding rahim, berupa darah haid.

5. Mual dan Pusing

Rasa mual yang dirasakan diakibatkan oleh peningkatan sensitivitas pada bau-bau tertentu. perubahan hormon juga menjadi pemicunya.

Pusing juga merupakan tanda-tanda hamil selanjutnya, di mana tanda ini sering dialami para wanita saat usia kehamilan masih muda.

Pusing ini ditimbulkan oleh menyempitnya pembuluh darah serta menurunnya tekanan darah.

Baca Juga : Pingin Aman ? Berikut Beberapa Pantangan Ibu Hamil Selama Masa Kehamilan

Tanda-tanda Hamil Muda pada Perut yang Sering Terjadi

Selain tanda-tanda secara umum, bagi calon ibu umumnya juga mengalami tanda-tanda berikut pada perut atau bagian-bagian disekitar perutnya sebagai tanda kehamilan, diantaranya :

  1. Kram pada perut bagian bawah
    Kram sering terjadi pada masa kehamilan 10-14 Hari. hal tersebut terjadi karena implantasi sel telur yang berhasil dibuahi, Kram ini sering kali dikira sebagai tanda Haid. untungnya ada perbedaan antara Haid dan Hamil, salah satunya adalah bercak darah yang keluar. pada Haid darah yang keluar berwarna merah sedangkan tanda hamil cenderung lebih gelap, terkadang juga berwarna pink jadi Harus teliti ya bunda.
  2. Perut Kembung
    Jika bunda merasa perut kembung dan sudah tidak Haid, dapat dipastikan bunda sedang Hamil. pasalnya Perut Kembung adalah salah satu tanda yang terjadi pada perut bunda dan biasanya terjadi pada minggu ke 11 dan akan terus berlangsung hingga mendekati masa persalinan. Kembung ini terjadi karena adanya produksi hormon progesteron yang berlebih sehingga membuat saluran pencernaan menjadi melambat sehingga terjadilah kembung dan itu Aman.
  3. Kadang Terasa sakit dibagian kanan atau kiri bawah perut
    jika mengalami sakit dibagian kanan atau kiri bawah perut jangan terburu-buru merasa khawatir bunda. apalagi terjadinya pada usia kandungan mencapai 4 bulan dan hanya terjadi sebentar. hal ini biasa terjadi karena ligamentum rotundum (round ligament) yang menyangga rahim sedang menyesuaikan diri dengan berat kandungan sehingga wajar merasakan sakit. jika mengalami ini sebaiknya hindari gerakan-gerakan yang mendadak sebab akan membuatnya nyeri.

Apakah hamil 1 bulan boleh berhubungan ?

Menurut berbagai pendapat dokter, berhubungan intim saat hamil boleh-boleh saja asalkan Aman dan tidak memiliki riwayat buruk  seperti :

  • Riwayat keguguran
  • Riwayat flek / perdarahan selama kehamilan
  • Plasenta letak rendah / menutupi jalan lahir
  • Riwayat air ketuban rembes / bocor
  • Riwayat persalinan prematur sebelumnya
  • Leher rahim terbuka lebih awal

Jika memiliki riwayat buruk, sebaiknya menunda hubungan intim karena akan sangat berbahaya bagi calon bayi dan ibunya. Pada umumnya berhubungan intim tidak mengganggu proses kehamilan, akan tetapi ada beberapa resiko dari berhubungan suami istri saat hamil yakni, kontraksi rahim, kelainan kromososm janin, dan keguguran.

Berbagai tanda-tanda hamil tersebut wajib untuk disadari. Apabila terlambat disadari, maka menyebabkan kandungan terlambat dijaga hingga menimbulkan gangguan pada kondisi kandungan.

Kondisi ibu hamil yang menurun akibat perubahan hormon dan gejala lain, dapat dikurangi dengan pemeriksaan kehamilan secara rutin ke dokter serta pemenuhan nutrisi yang baik.

×